puskopditjatim@gmail.com

0341801273

PUSKOPDIT JATIM BERITA SEMINAR CU DAY PUSKOPDIT JAWA TIMUR

SEMINAR CU DAY PUSKOPDIT JAWA TIMUR

Perayaan International Credit Union (ICU) telah dirayakan pada Kamis ketiga, bulan Oktober sejak tahun 1948. International Credit Union (ICU) Day® merayakan semangat gerakan koperasi kredit seluruh dunia. Hari ini diakui untuk merefleksikan sejarah gerakan koperasi kredit, mempromosikan pencapaiannya, mengakui kerja keras dan berbagi pengalaman anggota.
Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pekerjaan luar biasa yang dilakukan oleh koperasi kredit di seluruh dunia dan memberi kesempatan kepada anggota untuk terlibat didalamnya.
Pada 18 Oktober 2018, menjadi puncak perayaan International Credit Union (ICU) Day di seluruh dunia.

PUSKOPDIT JAWA TIMUR menggelar acara yang luar biasa, yakni SEMINAR CU DAY dengan thema “Peran Credit Union Mendorong Anggota Memenangkan Pasar” pada Minggu 28 Oktober 2018.

Acara tersebut terjadi bertepatan dengan hari SUMPAH PEMUDA ke 90, sehingga bertepatan dengan ini Puskopdit Jawa Timur ingin memberikan semangat tambahan untuk seluruh pegiat credit union, agar di era milenium yang serba digital saat ini credit union dapat berkembang dan bersaing bersama kemajuan jaman. Lebih dari 150 orang peserta mengikuti seminar ini, yang terdiri dari para pengurus, pengawas, pengelola, karyawan dan juga pemerthati dan aktivis credit union.

Dalam Sambutannya Ketua Puskopdit Jawa Timur, Sutikno menyampaikan bahwa Puskopdit tidak bisa ada tanpa primer-primer. Kita yang hadir  di sini adalah orang-orang yang bertobat dan membuka diri terhadap perubahan, sebagaimana orang-orang muda. Orang-orang yang mau berubah sehingga tidak akan dilindas oleh jaman, karena saat ini sangat banyak kompetitor.

Sementara itu, Prof. Dr. JG. Nirbito menyampaikan bahwa gerakan bersama ini perlu dipelihara, jangan sampai ada yang melunturkan semangar ini. Koperasi ini merupakan suatu gerakan yang ingin menegakkan nilai-nilai luhur dan mulia dan hal ini bisa dilakukan secara bersama-sama oleh semua jajaran. Kepandaian dan kecakapan memang perlu, akan tetapi ada hal terpenting yaitu kearifan sebagai bagian dari jati diri koperasi. Harapannya dengan kearifan ini masing-masing dari kita dapat saling instropeksi. Ingat-ingatlah filosofi koperasi, sadarilah, tidak hanya sebagai wacana tetapi harus diaktualisasikan sehingga harapan dan cita-cita koperasi dapat terwujud.

 

Narasumber seminar ini adalah Munaldus, pendiri CU Keling Kumang, aktivis dan penulis buku credit union dari Kalimanatan Barat. Dr. Titus Odong Kusumajati, MA, Dosen dan Peneliti Credit Union dari Universitas Sanata Dharma Jogjakarta. Dengan Moderator A. Haryono Daud, aktivis credit union, mantan Sekretaris Inkopdit, yang sekarang menjabat Pengawas Inkopdit.

Berubahnya peradaban manusia dan teknologi akankah credit union dapat bertahan? Generasi sekarang lebih pragmatis dan tidak terlalu peduli dengan orang lain, karena hubungan lebih mengandalkan secara virtual, sehingga dalam kaitanya dengan transaksi jual beli, mereka lebih mengenal produknya daripada mengenal penjualnya. Belanja secara onlne lebih menarik bari orang-orang muda. Memasuki revolusi industri 4.0, credit union harus berinovasi agar tidak dianggap kuno ataupun fosil di era baru. Dibutuhkan kematangan berfikir dari generasi tua.

Hal-hal yang bisa dilakukan dalam menyambut era milenial adalah:

  • Penerapan layanan sudah bisa dilakukan tanpa harus membuka kantor-kantor cabang, karena anggota bisa menjadi perpanjangan tangan dari credit union. Credit union harus menyiapkan kader anggota untuk menjadi perpanjangan layanan credit union.
  • Fee base income, harus menjadi orientasi baru dari bisnis credit union, bukan hanya bergantung pada interest base.
  • Nilai credit union adalah hal dasar untuk dapat memenangkan pasar.
  • Meningkatkan peran credit union dalam: pengembangan modal sosial; pengembangan modal manusia; jasa pengembangan usaha; dan mediasi finance.
  • Pengembangan bisnis anggota di sektor riil harus menjadi perhatian utama, kareana jika bisnis anggota berkembang akan berpengaruh positif ke credit union.

 

Rekomendasi

  • Membangun pola komunikasi yang sesuai dengan gaya hidup milenial secara personal
  • Keuangan yang sehat dan menyentuh pada triple bottom line (social, environmental, and financial)
  • Defernsiasi keunggulan sosial credit union dan implementasinya dalam teknologi.
  • Penyusunan Roadmap
  • Mendorong perkembangan usaha bersama
  • Meningkatkan kualitas anggota
  • Tidak hanya fokus pada peran intermediasi keuangan
  • Mempertahankan 3 peran: jasa pengembangan usaha, jasa kapital yang mengarah digitalisasi, intermediasi sosial.
  • Harus menyiapkan sistem untuk mengawal pencairan pinjaman sampai lunas
  • Bermitra untuk membangun usaha bersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *