POLA KEBIJAKAN 2017

Print Friendly

BAB I
KEANGGOTAAN

Pasal 1
Jenis Keanggotaan

Keanggotaan PUSKOPDIT terdiri dari anggota, anggota luar biasa, anggota binaan dan calon anggota:

  1. Anggota adalah Primer Koperasi Kredit dan koperasi Simpan Pinjam yang telah berbadan hukum.
  2. Anggota Luar Biasa adalah Unit Simpan Pinjam Koperasi yang berbadan hukum.
  3. Anggota binaan adalah koperasi kredit yang belum berbadan hukum, tetapi telah mendaftarkan diri menjadi anggota Puskopdit Jawa Timur.
  4. Calon anggota adalah koperasi kredit dan koperasi simpan pinjam yang telah berbadan hukum tetapi masih belum memenuhi persyaratan keanggotaan di Puskopdit Jawa Timur

Pasal 2
Syarat-syarat Keanggotaan

  1. Menyetujui Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus serta sistem yang berlaku di Puskopdit Jawa Timur.
  2. Melunasi Simpanan Pokok.
  3. Berdomisili di Jawa Timur.
  4. Diterima oleh Rapat Pengurus Puskopdit Jawa Timur dan disahkan oleh Rapat Anggota.
  5. Mengisi formulir permohonan menjadi anggota yang disediakan di kantor Puskopdit Jawa Timur.
  6. Menyerahkan salinan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga.
  7. Menyerahkan salinan struktur organisasi.
  8. Menyerahkan Laporan Keuangan dan Statistik Bulanan untuk tiga bulan terakhir.
  9. Berita Acara Rapat Anggota yang secara tersurat menyetujui primer yang bersangkutan menjadi anggota Puskopdit Jawa Timur.
  10. Wajib mengikuti program perlindungan terhadap anggota dalam PERMATA.
  11. Sanggup melewati masa percobaan calon anggota selama empat bulan. Selama masa percobaan calon anggota sudah diharuskan melaksanakan kewajiban sebagai anggota Puskopdit Jawa Timur, akan tetapi belum mendapatkan hak sebagai anggota Puskopdit Jawa Timur.
  12. Bersedia mengikuti pendidikan perkoperasian baik untuk pengurus maupun anggota.
  13. Bersedia menjalankan dan mengembangkan semangat Credit Union.
  14. Sudah mengadakan RAT minimal 1(satu) kali dan dihadiri oleh Puskopdit Jawa Timur.

Pasal 3
Simpanan Keanggotaan

Calon Anggota yang telah disetujui menjadi anggota Puskopdit Jawa Timur harus menyetor:

  • Uang Pangkal sebesar Rp. 100.000 (Seratus ribu rupiah)
  • Simpanan Pokok sebesar Rp. 15.000.000 (Lima belas juta rupiah) dapat diangsur 4 kali dalam satu tahun buku bagi Anggota baru. Puskopdit Jawa Timur memberi fasiltas pinjaman kepada anggota/calon anggota untuk melunasi Simpanan Pokok ini
  • Simpanan Wajib, berdasarkan besar modal sendiri masing-masing primer.
  • Simpanan Sukarela. Jumlah tidak dibatasi, semakin besar semakin baik
  • Simpanan Kapitalisasi.
  • Simpanan Stabilisasi, 5 % dari Dana Cadangan yang diperoleh pada 1 tahun buku.

BAB II
SIMPANAN

Pasal 4
Simpanan Saham

Simpanan Saham adalah simpanan kepemilikan terhadap Puskopdit Jawa Timur. Simpanan Saham terdiri dari: Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Simpanan Swakarsa, Simpanan Kapitalisasi, dan Simpanan Stabilisasi dengan nilai satu saham sebesar Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah). Selama menjadi anggota, Simpanan Saham tidak boleh diambil. Namun apabila anggota mengundurkan diri maka Simpanan Saham akan dikembalikan. Simpanan Saham terdiri dari:

Simpanan Pokok, merupakan simpanan yang di bayar sekali selama menjadi anggota. Besarnya simpanan bergantung dari hasil kesepakatan anggota Puskopdit Jawa Timur yang ditetapkan dalam rapat anggota. Simpanan hanya bisa di ambil kembali ketika keluar dari keanggotaan Puskopdit Jawa Timur. Simpanan Pokok anggota Puskopdit Jawa Timur ditetapkan sebesar Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah) disetor satu kali selama menjadi anggota. Sistem pembayaran bisa kontan atau dicicil selama satu tahun buku, atau dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang diberikan oleh Puskopdit Jawa Timur

Simpanan Wajib, merupakan simpanan yang wajib di bayar sebulan sekali. Besarnya simpanan bergantung dari hasil kesepakatan anggota Puskopdit Jawa Timur yang diputuskan dalam rapat anggota. Simpanan Wajib hanya bisa di ambil kembali ketika keluar dari keanggotaan Puskopdit Jawa Timur. Simpanan Wajib anggota Puskopdit Jawa Timur ditentukan dengan mempertimbangkan modal sendiri, dengan ketentuan sebagai berikut:

    • Golongan I  Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) untuk modal sendiri lebih kecil dari Rp.  Rp. 1.000.000.000,- (satu milar rupiah)
    • Golongan II Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) untuk modal sendiri lebih besar dari Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah).
    • Golongan III Rp. 3.000.000,- (tiga  juta rupiah) untuk modal sendiri lebih dari 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah).
      sistem pembayaran bisa dilakukan setiap bulan atau dibayar dimuka sekaligus untuk satu tahun.

Simpanan Sukarela, merupakan simpanan yang besarnya tidak di tentukan, tetapi bergantung kepada kemampuan anggota. Semakin besar jumlah simpanan yang disetorkan semakin baik. Sistem pembayaran dapat dilakukan sewaktu-waktu. Surplus Hasil Usaha bagian anggota otomatis masuk Simpanan Sukarela

Simpanan Wajib Kapitalisasi, merupakan simpanan wajib bagi anggota yang menerima pinjaman dari Puskopdit Jawa Timur. Setiap anggota yang menerima pinjaman dari Puskopdit Jawa Timur wajib membayar sebesar 1% dari pinjaman yang diterima.

Simpanan Stabilisasi, merupakan simpanan yang diambilkan minimal 5% (lima persen) dari Dana Cadangan yang diperoleh dalam tiap tahun buku. Simpanan ini bertujuan untuk menambah penyebaran Dana Cadangan anggota dan untuk meningkatkan modal sendiri di Puskopdit Jatim. Puskopdit berhak menagih kepada anggota yang belum membayar Simpanan Stabilisasi.

Pasal 5
Simpanan Non Saham

Sibuhar, adalah simpanan yang dapat disetor dan ditarik sewaktu-waktu dengan jasa dihitung secara harian. Sibuhar dapat disetor dan ditarik sewaktu-waktu, dan tidak dibebani biaya administrasi bulanan dan jasa yang diterima mengikuti harga pasar yang berlaku.

Sibuhar Lembaga, adalah simpanan lembaga yang dapat disetor sewaktu-waktu, sedangkan sistem penarikannya ditentukan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Puskopdit Jawa Timur.

Sisuka, adalah simpanan sukarela berjangka. Jangka waktu sesuai dengan perjanjian dengan pihak Puskopdit Jawa Timur. Sisuka tidak dibebani biaya administrasi dan jasa yang diterima mengikuti harga pasar yang berlaku.

BAB III
PINJAMAN

Pasal 6
Jenis Pinjaman

Pinjaman Umum, adalah pinjaman yang digunakan untuk kegiatan pelayanan pinjaman kepada anggota primer dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Pengabulan pinjaman ditentukan atas dasar hasil keputusan rapat panitia kredit dengan mengacu pada hasil survei dan penilaian terhadap anggota peminjam.
  • Setiap anggota yang meminjam wajib membayar jasa pinjaman dan Dana Pengembangan Koperasi Kredit sebesar 15% p.a dari saldo pinjaman.
  • Jangka waktu pengembalian maksimal 60 bulan.
  • Pinjaman yang telah direalisasi dikenakan potongan Jasa Pelayanan sebesar 0,5%, Simpanan Kapitalisasi 1%, Dana Resiko 1% dari pinjaman yang dikabulkan.

Pinjaman Khusus diberikan untuk memenuhi keperluan anggota membangun sarana kantor atau membeli perlengkapan untuk operasional kantor, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Pengabulan pinjaman ditentukan atas dasar hasil keputusan rapat panitia kredit dengan mengacu pada hasil survei dan penilaian terhadap anggota peminjam
    Maksimum pinjaman khusus untuk 1 Koperasi Kredit Rp. 1.000.000.000,- (satu milyard rupiah).
  • Setiap anggota yang meminjam wajib membayar jasa pinjaman dan Dana Pengembangan Koperasi Kredit sebesar 13% p.a dari saldo pinjaman
    Jangka waktu pengembalian maksimal 60 bulan.
  • Pinjaman yang direalisasi akan dikenakan potongan: jasa pelayanan 0.5%, Simpanan Kapitalisasi 1% dan dana resiko pinjaman 1% dari pinjaman yang dikabulkan.
  • Pinjaman Khusus bisa diberikan apabila pinjaman umum tidak bermasalah.

Pinjaman Berjangka, adalah pinjaman yang diberikan kepada anggota dengan jangka waktu: 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan untuk membantu anggota mengatasi likuiditas usahanya, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Pengabulan pinjaman ditentukan atas dasar hasil keputusan rapat panitia kredit dengan mengacu pada hasil survei dan penilaian terhadap anggota peminjam
  • Setiap anggota yang meminjam pinjaman berjangka wajib membayar bunga pinjaman dan Sibuhar Anggota sebesar:
    –  13% pertahun dari saldo pinjaman untuk pinjaman dengan jangka waktu 12 bulan;
    –  12% pertahun dari saldo pinjaman untuk pinjaman dengan jangka waktu 6 bulan;
    –  11% pertahun dari saldo pinjaman untuk pinjaman dengan jangka waktu 3 bulan.
  • Jangka waktu pengembalian maksimal 12 bulan
  • Pinjaman yang telah direalisasi dikenakan potongan Jasa Pelayanan sebesar 1%.
  • Pinjaman diangsur bulanan atau dilunasi pada akhir periode (tanpa mengansur bulanan) dengan membayar bunga setiap bulan.
  • Jika dalam waktu yang disepakati pinjaman belum dapat dilunasi, maka akan dilakukan pembaruan Perjanjian Kredit dengan memenuhi syarat-syarat yang berlaku.
  • Pinjaman  harus disertai dengan agunan pinjaman yang nilainya lebih tinggi

Pinjaman Lunak, merupakan pinjaman yang diberikan kepada peserta PERMATA, dengan menggunakan dana yang berasal dari PERMATA

  • Pengabulan pinjaman ditentukan atas dasar hasil keputusan rapat panitia kredit dengan mengacu pada hasil survei dan penilaian terhadap anggota peminjam.
  • Setiap anggota yang meminjam wajib membayar jasa pinjaman dan Dana Pengembangan Koperasi Kredit sebesar 10% p.a dari saldo pinjaman.
  • Jangka waktu pengembalian maksimal 36 bulan
  • Plafon pinjaman maksimal Rp. 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah)
  • Pinjaman yang telah direalisasi dikenakan potongan Jasa Pelayanan sebesar 0,5%, Simpanan Kapitalisasi 1%, Dana Resiko 1% dari pinjaman yang dikabulkan

Pasal 7
Jasa Pinjaman

  1. Jenis perhitungan Jasa pinjaman adalah menurun dari saldo pinjaman.
  2. Jasa pinjaman dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan dinamika pasar uang Indonesia. Perubahan jasa berlaku untuk pinjaman yang baru atau pinjaman yang direalisasikan pada saat atau sesudah tanggal diumumkannya perubahan jasa pinjaman baru tersebut.
  3. Besar jasa pinjaman ditentukan oleh rapat gabungan pengurus, pengawas dan manajemen dengan mempertimbangkan segi-segi sebagai berikut:
  • Kesejahteraan anggota Puskopdit Jawa Timur.
  • Kelangsungan hidup Puskopdit Jawa Timur.
  • Biaya modal yang berlaku secara umum

Pasal 8
Agunan Pinjaman

  1. Agunan pinjaman adalah simpanan saham dan simpanan lainnya.
  2. Selama pinjaman belum lunas maka simpanan yang digunakan sebagai agunan tidak boleh ditarik.
  3. Puskopdit Jawa Timur berhak untuk meminta agunan tambahan berupa sertifikat tanah, apabila berdasarkan analisis kredit diperlukan tambahan keamanan.
  4. Pengikatan agunan dapat dilakukan dihadapan notaris, atau di bawah tangan, sesuai dengan keputusan Panitia Kredit.

Pasal 9
Jasa Keterlambatan

Jasa keterlambatan akan dikenakan apabila terjadi kelalaian angsuran dan pembayaran bunga melewati jatuh tempo yang telah disepakati bersama. Besar jasa keterlambatan semua jenis pinjaman saat ini adalah 0,5 % dari angsuran tertunggak bagi yang menunggak 1 – 15 hari dan 1 % dari angsuran tertunggak bagi yang menunggak 16 – 30 hari.

Pasal 10
Syarat Pinjaman

  1. Telah melunasi Simpanan Pokok Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) disiplin dalam Simpanan Wajib dan mengirim LKSB ke Puskopdit Jawa Timur setiap bulan.
  2. Menyertakan daftar kelalaian anggota terbaru dari primer yang bersangkutan.
  3. Telah mendapatkan audit atau monitoring dari Puskopdit Jawa Timur.
  4. Mengisi formulir permohonan kredit yang tersedia di kantor Puskopdit Jawa Timur dan ditandatangani oleh Ketua dan Bendahara (atau Anggota Pengurus yang mewakili bila yang bersangkutan berhalangan) dan mengetahui (ditandatangani) oleh Pengawas.
  5. Memenuhi standard PEARLS dan sehat.
  6. Melampirkan daftar nominatif pinjaman dan/atau daftar nominatif penarikan simpanan.

Pasal 11
Pencairan Pinjaman

  1. Keputusan pinjaman yang direalisasi menjadi wewenang penuh Panitia Kredit, berdasarkan hasil kebenaran penelitian terhadap:
  • Kedisiplinan terhadap kewajiban.
  • Kemampuan mengembalikan pinjaman.
  • Efektifitas pengelolaan pinjaman.
  • Tujuan pinjaman.
  • Studi kelayakan dan penilaian kesehatan kopdit
    Analisis PEARLS
  • Partisipasi dalam gerakan Credit Union.
  • Agunan

2.  Hasil Keputusan Pinjaman dapat berupa:

  • Dikabulkan
  • Dikabulkan tetapi diperlukan agunan dan pengawasan terus menerus
  • Dikabulkan tetapi diperlukan agunan, diwajibkan menambah simpanan, serta pengawasan terus menerus
  • Tidak dikabulkan

3. Proses Pencairan Pinjaman

  • Keputusan (dikabulkan atau ditolak) terhadap permohonan pinjaman yang diajukan, akan diberitahukan paling lambat dua minggu setelah permohonan pinjaman diajukan ke kantor Puskopdit Jawa Timur. Apabila permohonan pinjaman dikabulkan maka pencairan pinjaman dapat menyusul setelah keputusan tersebut.
  • Bagi anggota yang masih mempunyai sisa pinjaman dapat mengajukan pinjaman kembali asal masih sesuai dengan plafon yang ditetapkan.

Pasal 12
Pembatalan Pengabulan

Pinjaman yang dikabulkan dapat dibatalkan sebelum pencairan, apabila:

  • Permohonan pinjaman yang tujuannya akan digunakan untuk keperluan pribadi pengurus, pengawas dan atau manajemen tidak akan dikabulkan.
  • Petugas menemukan data-data yang kurang mendukung dari pihak  manapun yang bisa dipercaya, untuk direalisasikannya permohonan pinjaman tersebut.

BAB IV
SHU (SURPLUS HASIL USAHA)
Pasal 13

  1. SHU yang didapat oleh anggota Puskopdit Jawa Timur secara otomatis akan dimasukkan ke dalam Simpanan Sukarela.
  2. Anggota yang tidak melaksanakan kewajibannya (Simpanan, Angsuran dan Bunga Pinjaman) selama empat bulan berturut-turut atau enam bulan tidak berturut-turut maka tidak mendapatkan SHU. SHU akan dimasukkan ke dalam Dana Resiko Piutang.

BAB V
IURAN SOLIDARITAS

Pasal 14

Solidaritas merupakan salah satu dari 4 (empat) pilar gerakan koperasi kredit. Ketentuan mengenai iuran solidaritas diatur dalam Surat Keputusan Inkopdit No. 05/SK/DP/V/1999 Tentang: IURAN SOLIDARITAS DALAM GERAKAN KOPERASI KREDIT INDONESIA. Dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Iuran Solidaritas dari primer ke Puskopdit sebesar 2% dari pendapatan kotor setelah dikurangi biaya bunga;
  • Iuran Solidaritas dari Puskopdit ke Inkopdit adalah sebesar 20% dari jumlah iuran solidaritas yang diterima Puskopdit dari primer.

Penggunaan Iuran Solidaritas di Puskopdit Jawa Timur adalah sebagai berikut:

  • Penguatan kelembagaan primer;
  • Audit primer;
  • Pendampingan teknis;

Ketentuan mengenai tata cara penggunaan dana Iuran Solidaritas diatur dalam Surat Keputusan Puskopdit Jawa Timur.

BAB VI
KONTRIBUSI PELATIHAN
Pasal 15

  1. Setiap pelatihan yang diadakan atau diselenggarakan oleh Puskopdit Jawa Timur, peserta diwajibkan untuk membayar kontribusi.
  2. Besar kontribusi disesuaikan dengan tempat pelaksanaan dan jenis pelatihannya.
  3. Bagi primer yang mengundang Puskopdit Jawa Timur untuk memberi pelatihan secara khusus agar membantu transport dan biaya bahan/materi pelatihan
  4. Lembaga di luar anggota/calon anggota yang mengundang  Puskopdit Jawa Timur untuk memberi pelatihan secara khusus diwajibkan untuk membayar biaya transport, akomodasi, fasilitator dan bahan/materi pelatihan

BAB V
PENUTUP
Pasal 16

  1. Ketetentuan mengenai sanksi terhadap pelanggaran AD/ART, Pola Kebijakan, dan Peraturan Khusus, akan diatur melalui Peraturan Khusus Puskopdit Jatim
  2. Pola Kebijakan ini dibuat untuk menjadi pedoman operasional Puskopdit Jawa Timur Tahun 2017. Segala sesuatu yang belum diatur dalam poljak ini, pelaksanaannya akan mengacu pada Anggaran Dasar Puskopdit Jawa Timur.
    Ditetapkan di Malang, 13 November 2016

A.n  Pengurus Puskopdit Jawa Timur
Sutikno

Ketua